September 6, 2009
Dengan maraknya informasi tentang terorisme sekarang ini, ternyata ada juga pihak-pihak yang memanfaatkannya. Moment tentang terorisme juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak senang dengan LDII untuk menyudutkan LDII. Mereka memberikan informasi bahwa pengajian LDII mengajarkan terorisme.
Dalam kesempatan ini kami meluruskan informasi yang tidak benar tersebut. Fakta yang sebenarnya adalah “LDII Tidak Mengajarkan Terorisme“. Jadi tuduhan bahwa LDII mengajarkan teroris itu hanya fitnah dan merupakan tuduhan yang tidak mendasar.
LDII itba’ terhadap fatwa MUI bhw terorisme bukan jihad, sebab terorisme membuat keonaran, merugikan siapapun. Bahkan LDII anti terorisme. Terorisme bertentangan dengan ajaran islam. LDII komit terhadap mewujudkan kebersamaan, persatuan, keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. LDII bukan teroris, ajaran yg diajarkan adalah Qur’an dan Hadits. Sebagai Ormas Islam LDII menganggap Pancasila , UUD 45 dan NKRI adalah Final untuk membawa bangsa dan Indonesia mewujudkan Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofur. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Berita |
Permalink
Posted by ldiigresik
June 24, 2009

Hari Selasa (23/6) pagi di Kantor Kepresidenan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang tanggal 10 s/d 12 Juni 2009 lalu menyelenggarakan Rapimnas. Kepada Presiden, pimpinan LDII melaporkan hasil-hasil Rapimnas, termasuk 11 butir pokok-pokok pikiran dan masukan kepada Presiden.
“Presiden SBY sempat membahas satu persatu 11 butir pikiran yang konstruktif dan kontributif terhadap perjalanan bangsa ini,” kata Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng. “Butir-butir pikiran itu, termasuk bagaimana LDII mengawal proses demokrasi dalam pemilihan presiden yang bisa memberi rahmat bagi masyarakat Indonesia tersebut sangat diapresiasi,” lanjutnya. Read the rest of this entry »
1 Comment |
Berita | Tagged: ldii, presiden, rapimnas, sby |
Permalink
Posted by ldiigresik
September 14, 2008
Abu Huroiroh meriwayatkan, bahwasanya ketika Rosululloh SAW ditanya,”Manakah Amalan yang paling utama?”, beliau menjawab “Iman kepada Alloh dan Rosulnya.”. Ditanyakan kepadanya “Kemudian apa?” beliau menjawab,”Haji yang mabrur”.
Sementara darai Aisyah Rodhyallohu ‘Anha, ia berkata, “Aku berkata,ya Rosululloh, kami (wanita) menilai jihad itu seutama-utamanya amalan.Apakah kami tidak jihad?Beliau bersabda,tetapi yang lebih utama daripada jihad adalah haji mabrur’.
Bukhori meriwayatkan dalam kitab Al Hajj,”Barang siapa yang berhaji karena Alloh kemudian dia tidak menjima’ istrinya (dalam keadaan ihrom) dan tidak melanggar (larangan agama secara umum maupun larangan-larangan dalam haji) maka dia kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya”.
“Dan berkata Husin (perowi hadits), haji mabrur itu kalau pulang dari haji berhati-hatilah dalam urusan dunia dan senang dalam urusan akhirot”.
Ditanya Rosululloh SAW,apakah baiknya haji? Nabi menjawab : Memberi makan dan baik ucapannya.(Dalam riwayat Ahmad dan al Baihaqi: memberi makan dan menyiarkan salam). Read the rest of this entry »
2 Comments |
Artikel | Tagged: artikel ldii, haji mabrur |
Permalink
Posted by ldiigresik
September 12, 2008
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis ( 28/8) sore menerima Ketua Umum PP Lembaga Dakwah Islam Indonesia Prof.Dr.Ir.KH. Abdullah Syam, beserta beberapa pengurus LDII lainnya, di Kantor Kepresidenan. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai hal, termasuk kegiatan LDII baik secara makro maupun mikro.
Prasetyo Sunaryo, juru bicara LDII kepada wartawan mengatakan, “Ada tiga yang laporkan kepada Presiden, pertama sebagai lembaga dakwah pendekatan yang dilakukan LDII kepada masyarakat adalah amar m`aruf nahi munkar, artinya apa yg baik kita sampaikan dan apa yang harus kita perbaiki kita sampaikan juga. Kedua tentang harapan-harapan LDII, dan ketiga kami menjelaskan posisi LDII,” kata Parsetyo Sunaryo. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Berita | Tagged: audiensi, ldii, presiden |
Permalink
Posted by ldiigresik
September 12, 2008
CIREBON – Sebagaimana hasil Rakernas LDII 2007,organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan ini tidak mengkafirkan atau menajiskan seseorang, dan masjid yang dikelolanya terbuka untuk umum. Dalam LDII juga tidak ada keamiran dan mau diimami orang lain, dengan mengikuti ijtima’ ulama untuk melaksanakan taswiyah almanhaj dan tansiq alharoqoh. “Kami punya paradigma baru,” kata Ketua Wanhat DPD LDII Kota Cirebon, Drs H Mansyur MS, kemarin (26/2).
Maksudnya, diterapkannya metode berfikir dalam mentolerir adanya perbedaan, sepanjang masih dalam koridor faham keagamaan ahlussunnah waljamaah dalam pengertian yang luas. Serta penyamaan metode gerakan dalam mensinkronisasi, mengoordinasi dan mensinergikan gerakan umat Islam di bawah payung MUI. Read the rest of this entry »
2 Comments |
Berita | Tagged: islam, ldii, paradigma |
Permalink
Posted by ldiigresik